MUHAMMAD BADRUL HAQ

" WELCOME TO MY BLOG "

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Kebahagiaan adalah milik mereka yang memiliki impian dan berani mewujudkannya menjadi kenyataan"

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Gagal itu hal yang biasa, tapi kegagalan yang sesungguhnya adalah saat kita menyerah dan berhenti untuk mencoba"

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Percayalah hari ini akan lebih indah dari hari kemarin, jika kita mengawalinya dengan do'a dan senyuman"

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Bersyukur adalah cara terbaik agar merasa cukup, bahkan disaat kekurangan. Jangan pernah berharap lebih sebelum kita berusaha lebih"

Kamis, 27 Maret 2014

Penjelasan Silogisme & Entinemis

Silogisme
Silogisme merupakan suatu cara penalaran yang formal. Penalaran dalam bentuk ini jarang ditemukan/dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar.
Misalnya ucapan "Ia dihukum karena melanggar peraturan "X", sebenarnya dapat kita kembalikan ke dalam bentuk formal berikut:

a. Barang siapa melanggar peraturan "X" harus dihukum.
b. Ia melanggar peraturan "X"
c. la harus dihukum.
Bentuk seperti itulah yang disebut silogisme. Kalimat pertama (premis ma-yor) dan kalimat kedua (premis minor) merupakan pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan (kalimat ketiga).

Pada contoh, kita lihat bahwa ungkapan "melanggar ..." pada premis (mayor) diulangi dalam (premis minor). Demikian pula ungkapan "harus dihukum" di dalam kesimpulan. Hal itu terjadi pada bentuk silogisme yang standar.

Akan tetapi, kerap kali terjadi bahwa silogisme itu tidak mengikuti bentuk standar seperti itu. Misalnya:

- Semua yang dihukum itu karena melanggar peraturan
- Kita selalu mematuhi peraturan
- Kita tidak perlu cemas bahwa kita akan dihukum.

Pernyataan itu dapat dikembalikan menjadi:

a. Semua yang melanggar peraturan harus dihukum
b. Kita tidak pernah melanggar (selalu mematuhi) peraturan
c.Kita tidak dihukum.

Secara singkat silogisme dapat dituliskan

JikaA=B dan B=C maka A=C

Silogisme terdiri dari ; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif.
A.  Silogisme Katagorik
Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh :

Semua Tanaman membutuhkan air (premis mayor)
……………….M……………..P
Akasia adalah Tanaman (premis minor)
….S……………………..M
Akasia membutuhkan air (konklusi)
….S……………..P
(S = Subjek, P = Predikat, dan M = Middle term)

- Hukum-hukum Silogisme Katagorik
Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan harus parti¬kular juga, seperti: Semua yang halal dimakan menyehatkan
Sebagian makanan tidak menyehatkan
Jadi Sebagian makanan tidak halal dimakan
(Kesimpulan tidak boleh: Semua makanan tidak halal dimakan).

Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga, seperti:
Semua korupsi tidak disenangi.
Sebagian pejabat adalah korupsi, jadi
Sebagian pejabat tidak disenangi.
(Kesimpulan tidak boleh: Sebagian pejabat disenangi)

Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan.
Beberapa politikus tidak jujur.
Banyak cendekiawan adalah politikus, jadi:
Banyak cendekiawan tidak jujur.

Jadi: Beberapa pedagang adalah kikir. Kesimpulan yang diturunkan dari premis partikular tidak pernah menghasilkan kebenaran yang pasti, oleh karena itu kesimpulan seperti:
Sebagian besar pelaut dapat menganyam tali secara bai
Hasan adalah pelaut, jadi:
Kemungkinan besar Hasan dapat menganyam tali secara baik
adalah tidak sah.
Sembilan puluh persen pedagang pasar Johar juju Kumar adalah pedagang pasar Johar, jadi: Sembilan puluh persen Kumar adalah jujur

1.   Dari dua premis yang sama-sama negatit, lidak men kesimpulan apa pun, karena tidak ada mata rantai ya hubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpul diambil bila sedikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditarik dari dua premis negatif adalah tidak sah.
Kerbau bukan bunga mawar.
Kucing bukan bunga mawar.
….. (Tidak ada kesimpulan) Tidak satu pun drama yang baik mudah dipertunjukk Tidak satu pun drama Shakespeare mudah dipertunju Jadi: Semua drama Shakespeare adalah baik. (Kesimpulan tidak sah)

2.   Paling tidak salah satu dari term penengah haru: (mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya tidak ten menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti:

Semua ikan berdarah dingin.
Binatang ini berdarah dingin
Jadi: Binatang ini adalah ikan.
(Padahal bisa juga binatang melata)

3.   Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Bila tidak, kesimpulan lenjadi salah, seperti

Kerbau adalah binatang.
Kambing bukan kerbau.
Jadi: Kambing bukan binatang.
(‘Binatang’ pada konklusi merupakan term negatif sedang-kan pada premis adalah positif)

4.   Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis layor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna mda kesimpulan menjadi lain, seperti:

Bulan itu bersinar di langit.
Januari adalah bulan.
Jadi: Januari bersinar di langit.
(Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 31 hari, sedangkan pada premis mayor berarti planet yang mengelilingi bumi).

5.   Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, preidkat, dan term menengah ( middle term ), begitu juga jika terdiri dari dua atau lebih dari tiga term tidak bisa diturunkan komklsinya.


B.  Silogisme Hipotetik

Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.

Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

1.   Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:

Jika hujan, saya naik becak.
Sekarang hujan.
Jadi saya naik becak.

2.   Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:

Bila hujan, bumi akan basah.
Sekarang bumi telah basah.
Jadi hujan telah turun.

3.   Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:

Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul.

4.   Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:

Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

Hukum-hukum Silogisme Hipotetik
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.

Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan berikut:
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.

Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana)
Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya
Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi
Nah, peperangan terjadi.
Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah)

Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.

C.  Silogisme Disyungtif
Silogisme Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.
Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.

Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:

la lulus atau tidak lulus.
Ternyata ia lulus, jadi
la bukan tidak lulus.

Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:

Hasan di rumah atau di pasar.
Ternyata tidak di rumah.
Jadi di pasar.

Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti luas mempunyai dua tipe yaitu:
1.   Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain, seperti:

la berada di luar atau di dalam.
Ternyata tidak berada di luar.
Jadi ia berada di dalam.
Ia berada di luar atau di dalam.
ternyata tidak berada di dalam.
Jadi ia berada di luar.

2.   Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain, seperti:
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di masjid.
Jadi ia tidak berada di sekolah.
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di sekolah.
Jadi ia tidak berada di masjid.


Hukum-hukum Silogisme Disyungtif

1.   Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid, seperti :
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata berbaju putih.
Jadi ia bukan tidak berbaju putih.
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata ia tidak berbaju putih.
Jadi ia berbaju non-putih.

2.   Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:

a.   Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar), seperti:

Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah guru.
Jadi bukan pelaut
Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah pelaut.
Jadi bukan guru

b.   Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah), seperti:

Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogya.
Ternyata tidak lari ke Yogya.
Jadi ia lari ke Solo. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
Budi menjadi guru atau pelaut.
Ternyata ia bukan pelaut.
Jadi ia guru. (Bisa j’adi ia seorang pedagang).


Entimem

Di atas telah disinggung bahwa silogisme jarang sekali ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam tulisan pun, bentuk itu hampir tidak pernah digunakan. Bentuk yang biasa ditemukan dan dipakai ialah bentuk entimem. Entimem ini pada dasarnya adalah silogisme. Tetapi, di dalam entimem salah satu premisnya dihilangkan/tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Contoh:

Menipu adalah dosa karena merugikan orang lain.

Kalimat di atas dapat dipenggal menjadi dua:
a. menipu adalah dosa
b. karena (menipu) merugikan orang lain.


Kalimat a merupakan kesimpulan sedangkan kalimat b adalah premis minor
(karena bersifat khusus). Maka silogisme dapat disusun:
Mn     : menipu merugikan orang lain
K       : menipu adalah dosa.

Dalam kalimat di atas, premis yang dihilangkan adalah premis mayor. Untuk
melengkapinya kita harus ingat bahwa premis mayor selalu bersifat lebih umum, jadi tidak mungkin subjeknva "menipu". Kita dapat menalar kembali dan menemukan premis mayornya: Perbuatan yang merugikan orang lain adalah dosa. Untuk mengubah entimem menjadi silogisme, mula-mula kita cari dulu kesimpulannya. Kata-kata yang menandakan kesimpulan ialah kata-kata seperti jadi, maka, karena itu, dengan demikian, dan sebagainya. Kalau sudah, kita temukan apa premis yang dihilangkan.

Contoh lain:

Pada malam hari tidak ada matahari, jadi tidak mungkin terjadi proses fotosintesis.
Bagaimana bentuk silogismenya?

My     : Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Mn     : Pada malam hari tidak ada matahari
K       : Pada malam hari tidak mungkin ada fotosintesis.

Sebaiknya, kita juga dapat mengubah silogisme ke dalam entimem, yaitu

dengan menghilangkan salah satu premisnya.

Contoh:

My     : Anak-anak yang berumur di atas sebelas tahun telah mampu berpikir
  formal.
Mn     : Siswa kelas VI di Indonesia telah berumur lebih dari sebelas tahun
K       : Siswa kelas VI di Indonesia telah mampu berfikir formal

Kalau dihilangkan premis mayornya entimemnya akan berbunyi “siswa kelas VI di Indonesia telah berumur lebih dari sebelas tahun, jadi mereka mampu berpikir
formal”. Atau dapat juga “Anak-anak kelas VI di Indonesia telah mampu berpikir formal karena mereka telah berumur lebih dari sebelas tahun”. Kalau dihilangkan premis minornya menjadi “Anak-anak yang berumur di atas sebelas tahun telah mampu berpikir formal; karena itu siswa kelas VI telah mampu berpikir formal.

Sumber :

Kamis, 16 Januari 2014

PRAMUKA PENEGAK

1.      ARTI AMBALAN PENEGAK
Ambalan adalah kelompok besar dalam Pramuka Penegak. Nama ambalan diambil dari sejumlah pahlawan. Misalnya Ambalan Bung Karno, Ambalan Diponegoro, ambalan Kartini dan sebagainya.
Dalam Ambalan terdapat oganisasi yang menampung aspirasi penegak yang dinamakan DKA (Dewan Kerja Ambalan). Cara kerja dewan ini adalah pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat.
Di dalam Ambalan Penegak ada Pembina. Pembina merupakan saudara tuan Ambalan Penegak yang harus dihargai dan dihormati. Disamping itu kakak Pembina sebagai tempat bertanya, tukar pendapat dan pembimbing.
Golongan usia pramuka yang masuk dalam Penegak adalah 16 – 20 tahun. Makna romantisme penegak adalah perjuangan menegakkan Indonesia merdeka yang telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945.
Dalam satu ambalan terdiri beberapa kelompok kecil dinamakan sangga.  Sangga dipimpin oleh seorang pemimpin yang dibantu oleh wakilnya.
Berikut sejumlah  nama sangga yang dikenal dalam aktivitas pramuka penegak:
a.       Sangga Perintis
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakanginadanya romantisme perjuangan merintis kemerdekaan Indonesia yang diawali perjuangan organisasi Budi Utomo.
b.      Sangga Penegas
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya penegasan pada pernyataan yang tersurat dalam sumpah pemuda
c.       Sangga Pendobrak
Makna nama sangga trersebut dilatarbelakangi adanya pendobrakan untuk mengusir penjajah dari muka bumi pertiwi tercinta ini.
d.      Sangga Pencoba
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya agresi Belanda yang mencoba merampas tanah air Indonesia. Namun agresi ini dapat dipatahkan perjuangan bangsa Indonesia.
e.       Sangga Pelaksana
Makna nama sangga tersebut dilatarbelakangi adanya melaksanakan pembangunan, setelah Indonesia merdeka penuh lepas dari kolonialisme.

2.      KETENTUAN TIAP SATUAN DALAM GUGUS DEPAN DI AMBALAN PENEGAK
Keputusan Kwartir Gerakan Pramuka Nomor 137 tahun 1987 menegaskan ketentuan tiap satuan dalam GUDEP di Ambalan Penegak disimpulkan sebagai berikut:
a.       Ambalan terdiri paling banyak 40 orang Pramuka Penegak
b.      Ambalan terbagi sejumlah satuan kecil yang dinamakan sangga. Masing-masing sangga terdapat 5 – 10 orang Pramuka Penegak
c.       Pembentukan sangga oleh para pramuka penegak sendiri
d.      Sangga menggunakan nama dan lambang sesuai dengan aspirasinya. Namun ada ketentuan yakni tidak boleh menggunakan nama dan lambang badan organisasi yang lain.
e.      Jika mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, maka Ambalan Penegak dapat membentuk sangga kerja yang beranggotakan anggota sangga yang ada. Sifat sangga kerja adalah sementara.

3.         KEPEMIMPINAN DALAM AMBALAN PENEGAK
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 137 tahun 1987 tentang kepemimpinan Ambalan Penegak disimpulkan sebagai berikut:
a.  Ambalan penegak dibina oleh seorang Pembina Penegak yang berusia maksimum 26 tahun disertakan Pembantu Pembina Penegak berusia sedikitnya 21 tahun
b.    Pembina Penegak dan Pembantu Pembina Penegak Putra dijabat pria, sedangkan Pembina Penegak dan Pembantu Pembina Penegak Puteri dijabat wanita.
c.   Mengembangkan kepemimpinan di Ambalan Penegak dibentuk Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Penegak yang dipimpin oleh seorang ketua disebut Pradana. Susunan Dewan Penegak sebagai berikut:
1.       Satu orang ketua (Pradana)
2.       Satu orang wakil ketua
3.       Satu orang sekretaris
4.       Satu orang Bendahara
5.       Sejumlah anggota
Dewan tersebut dipilih dari pemimpin-pemimpin dan wakil pemimpin sangga.
d.      Masa bakti Dewan Penegak adalah 1 tahun
e. Ambalan mengadakan musyawarah sedikitnya enam bulan sekali dengan acara antara lain melaporkan kegiatan yang telah lalu dan menjabarkan rencana kerjanya.
f.    Pembinaan kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para pramuka dibentuk Dewan Kehormatan Penegak yang terdiri anggota Dewan Penegak dan Pembina.
Dewan Kehormatan Penegak membahas sejumlah hal berikut:
1.       Peristiwa menyangkut kehormatan Pramuka Penegak
2.       Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran kode kehormatan.
g.       Dalam Dewan Kehormatan Penegak, Pembina dan pembantunya bertindak sebagai pengarah dan penasehat.

4.         PERTEMUAN PRAMUKA PENEGAK
Di dalam pramuka terdapat beberapa jenis pertemuan yang sudah dikenal sebaga berikut:
a.       PW (Perkemahan Wirakarya)
PW adalah pertemuan pramuka yang diselenggarakan oleh Penegak dan Pandega dari berbagai satuan (amba;an dan satuan karya). Kegiatan ini menyatukan diri dengan pembangunan masyarakat yang sesuai dengan janji Tri Satya.

Fungsi Perkemahan Wirakarya:
1.       Merealisasikan kegiatan penegak untuk kepentingan masyarakat
2.       Mengembangkan kemampuan penegak, baik secara fisik, pikiran dan ketgrampilan
3.       Menumbuhkan rasa persaudaraan sesama penegak dan pembinanya
Tingkatan Penyelenggaraan PW
               Penyelenggaraan PW dilaksanakan oleh Dewan Kerja Penegak Pandega Nasional bersama Kwartir Nasional diikuti para Penegak/Pandega utusan Kwartir Daerah yang dikoordinir oleh DKD (Dewan Kerja Penegak/Pandega Daerah).
Tingkat daerah diselenggarakan oleh DKD bersama Kwartir cabangnya diikuti penegak/pandega dari sejumlah kwartir ranting yang dikoordinir oleh DKR (Dewan Kerja Penegak/Pandega Ranting).

Undangan Penyelenggaraan PW
Penyelenggaraan PW tingkat nasional bisa mengundang pramuka penegak/pandega dari negara lain. Untuk PW daerah bisa mengundang daerah lain. Untuk PW cabang bisa mengundang lain. PW ranting bisa mengundang ranting lain.

Sifat Penyelenggaraan PW
Sifat kegiatan perkemahan wirakarya sebagai berikut:
           Kreatif
           Rekreatif
           Produktif
Sejumlah sifat tersebut mengandung unsur-unsur pendidikan dan memiliki relevansinya dengan pembangunan di masyarakat.

Nilai Penyelenggaraan PW
Penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya hendaklah memiliki sejumlah nilai moral berikut:
           Nilai agama
           Nilai Pancasila
           Nilai jiwa dan semangat juang 1945
           Nilai persahabatan
           Nilai sosial ekonomi dan teknologi
           Nilai seni budaya
           Nilai adat dan tata susila
           Nilai kepemimpinan dan kewirausahaan

b.      Raimuna
Bentuk raimuna adalah perkemahan untuk membina jiwa Pramuka Penegak/Pandega yang bersifat kreatif dan produktif yang mengandung unsur edukatif (pendidikan) yang meliputi sejumlah kegiatan berikut:
1.       Lomba karya dibidang teknologi tepat guna.
Misalnya:
      Membuat kompor darurat
      Membuat pompa air
      Membuat pengwetan makanan, minuman, buah-buahan
      Membuat manisan buah
      Membuat kerupuk
      Dan teknologi sederhana yang lainnya
2.       Lomba karya tulis
Lomba karya tulis sifatnya penelitian ilmiah.
Misalnya:
      Meneliti kadar gizi pada makanan kupang
      Penelitian tentang kemasyarakatan pengguna narkoba
      Dan penelitian lain yang sifatnya ilmiah
3.       Lomba ketrampilan
Lomba ketrampilan ditekankan pada ketrampilan teknisnya saja.
Misalnya:
      Lomba mengemudi kendaraan bermotor
      Lomba merancang model pesawat sederhana
      Lomba peragaan busana daerah
      Lomba lainnya yang bersifat trampil

c.       Musppanitra
Musppanitra adalah dialog musyawarah penegak/pandega putra dan putri membahas permasalahan organisasi, aktivitas program kerja, anggaran dan lainnya. Berikut jenjang penyelenggaraan Musppanitra.
1.              Musppanitra Nasional
Musppanitra Nasional diselenggarakan satu kali tiap 5 tahun bersama menjelang musyawarah nasional. Peserta musppanitra Nasional adalah utusan Dewan Kerja Penegak/Pandega putra-putri daerah (DKD)
2.              Musppanitra Daerah
Musppanitra daerah diselenggarakan satu kali tiap 4 tahun bersamaan menjelang Musayawarah Daerah. Pesertanya adalah Dewan Kerja Penegak/Pandega di tingkat cabang.
3.              Musppanitra Cabang
Musppanitra Cabang diselenggarakan satu kali tiap 3 tahun bersamaan menjelang Musyawarah cCabang. Pesertanya adalah Dewan Kerja Ambalan tingkat ranting/kortan

d.      Pesta Karya
Pesta Karya adalah pertemuan spesifik (khusus) yang dihadiri Penegak/Pandega anggota Saka (satuan Karya)
Macam Pesta Kaya:
1.       Pesta Karya Taruna Bumi
2.       Pesta Karya Bhayangkara
3.       Pesta Karya Bahari
4.       Pesta Karya Dirgantara

5.         KODE KEHORMATAN PRAMUKA PENEGAK
Di dalam pramuka penegak terdapat janji dikenal dengan kode kehormatan Tri Satya dan Dasa Dharma.
 Berikut isi kedua janji tersebut:
TRI SATYA
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh
1.       Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan negara kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
2.       Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3.       Menepati dasa dharma
DASA DHARMA
PRAMUKA ITU:
1.       Takwa terhadap Tuhan Yang Mahaesa
2.       Cinta alam dan kasih sayang terhadap manusia
3.       Patriot yang sopan dan kesatria
4.       Patuh dan suka bermusyawarah
5.       Rela menolong dan tabah
6.       Rajun, trampil dan gembira
7.       Hemat, cermat dan bersahaja
8.       Disiplin, berani dan setia
9.       Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.   Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

6.         TINGKATAN PRAMUKA PENEGAK
a.       Penegak Bantara
Syarat masuk Penegak Bantara:
1.       Memenuhi SKU Penegak Bantara
2.       Dilantik oleh pembinanya
b.      Penegak Laksana
Syarat masuk menjadi penegak laksana
1.       Memenuhi SKU Penegak Laksana
2.       Dilantik oleh pembinanya.
 Perlu diketahui bahwa seorang sebelum masuk menjadi anggota Penegak Bantara    hendaklah melewati hal berikut:
1.       Sebagai tamu ambalan
Maksud dari tamu ambalan adalah mantan penggalang atau pemuda yang baru memasuki masa penegak
2.       Masa percobaan
Sejak menjadi tamu ambalan wajib mengikuti latihan
3.       Calon penegak
4.       Jika aktif latihan sebanyak 4 kali berturut-turut, lalu dinilai baik. Pembinanya melantik sebagai calon penegak, kemudian mengisi uji SKU Penegak Bantara.

7.         UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN AMBALAN PENEGAK
Ada tiga tahapan upacara pembukaan latihan Ambalan Penegak yaitu persiapan, pemeriksaan dan pelaksanaan. Berikut paparan tahapan upacaranya:
a.       Tahap persiapan
1.       Bendera merah putih
2.       Tiang bendera
3.       Tali pengerek
4.        Teks dasa darma
5.       Petugas
b.      Tahap pemeriksaan
1.       Pemimpin sangga sedang menyiapkan sangga.
2.       Pemimpin sangga lapor pada pradana
3.       Pemimpin sangga menempati posisinya disebelah kanan Amabalan
4.       Wakil Pemimpin Sangga mengambil tempat pemimpin sangga
5.       Pradana menyiapkan Ambalan
6.       Pradana menjemput Pembinanya.
c.       Tahap pelaksanaan
1.       Pradana pengantarkan pembina
2.       Pradana menempati posisinya di depan ambalan
3.       Petugas pengibar bendera merah putih sedangkan penghormatan bendera dipimpin oleh pradana
4.       Pradana (pembina) membaca teks Pancasila
5.       Petugas membaca teks dasa darma
6.       Pembina/pradana menyampaikan prakata/kata pengantar
7.       Doa dipimpin pradana
8.       Lapran pradana kepada Pembina
9.       Pembina keluar area upacara pembukaan latihan
10.   Pradana membubarkan barisan ambalan
11.   Latihan

8.         UPACARA PENUTUPAN LATIHAN AMBALAN PENEGAK
Ada 3 tahapan dalam upacara penutupan latihan ambalan penegak. Uraian tahap persiapan dan pemeriksaan upacara penutupan latihannya sama halnya dengan upacara pembukaan latihan ambalan penegak yang sudah dipaparkan di atas.
Berikut tahap pelaksanaan upacara penutupan latihannya:
1.       Pembina dijemput pradana lewat samping kanan para pemimpin sangga
2.       Pradana menempati posisinya sendiri di depan ambalan
3.       Penurunan bendera merah putih oleh petugas
4.       Penghormatan penurunan bendera merah putih oleh pradana
5.       Pembacaan  renungan ambalan
6.       Peserta upacara mengheningkan cipta saat pembacaan tersebut
7.       Kata pengantar disampaikan oleh pradana/pembina
8.       Pradana pemimpin doa
9.       Laporan pradana kepada pembina
10.   Pembina keluar arena upacara penutupan latihan
11.   Barisan ambalan dibubarkan pradana

9.         TATA CARA UPACARA PELANTIKAN CALON PENEGAK
Pelantikan calon penegak dilaksanakan upacara pembukaan. Berikut tahapan pelantikan calon penegak
1.       Anggota Ambalan dikumpulkan oleh Pradana
2.       Para tamu ambalan ambil tempat yang telah ditentukan
3.    Penegak bantara dan laksana yang sudah ditunjuk segera menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk tamu ambalan
4.       Petugas menjemput tamu ambalan, kemudian dihadapkan pada Pembina
5.       Pembina menyampaikan prakata atau kata pengantar
6.       Tamu ambalan yang menjadi calon penegak diharap menjawab pertanyaan pembina
7.       Petugas mengantar kembali tamu ambalan ketempat semula
8.       Musyawarah ambalan untuk menentukan calon penegak
9.       Keputusan penerimaan calon
10.   Semua amblan menyampaikan ucapan selamat

10.     TATA CARA UPACARA PELANTIKAN PENEGAK BANTARA
1.       Petugas pengantar yang mendampingi calon penegak bantara menghadap pada pembina
2.       Petugas pendamping tersebut diminta pembina untuk menceritakan seputar kondisi psikologis calon penegak bantara yang meliputi kondisi perwatakan. Mental, latarbelakang kepribadian, kemampuan yang dimiliki
3.  Setelah pendamping bercerita singkat kondisi calon tersebut, petugas pendamping kembali ke sangganya.
4.       Petugas pembawa bendera merah putih masuk arena pada posisi sebelah kanan pembina
5.       Pradana memimpin penghormatan ambalan
6.       Forum tanya jawab antara pembina dan calon penegak bantara. Materi tanya jawab seputar SKU dan kode kehormatan
7.       Acara doa dipimpin langsung oleh pembina
8.       Ucapan janji Tri Satya
9.       Penyematan tanda kehormatan penegak bantara
10.   Pembina menyampaikan kata selamat, sedangkan Pradana memimpin penghormatan untuk penegak bantara, selanjutnya ucapan selamat pencalonannya.
11.   Petugas pendamping mengantarkan penegak bantara yang sudah dilantik ke tempat sangganya
12.   Pradana membubarkan barisan ambalan
13.   Selesai

11.     MENGENAL PAKAIAN DAN TANDA-TANDA YANG DIKENAKAN PENEGAK
1.       Topi
Bentuk topi penegak untuk  putera adalah baret, sedangkan penegak puteri adalah peci dari bahan kain dengan warna dasar coklat tua
2.       Tanda topi
Tanda topi penegak adalah gambar tunas kelapa berwarna kuning yang dipasang miring ke kiri. Bentuk tanda topi untuk penegak penegak putera adalah segi panjang, sedangkan penegak puteri adalah bulat.
3.       Setangan leher
Warna setangan leher untuk penegak adalah merah putih
4.       Ikat pinggang
Warna ikat pinggang penegak adalah hitam atau coklat
5.       Baju
Warna baju penegak adalah coklat muda
6.       Celana/rok
Warna celana panjang penegak adalah coklat tua, sedangkan rok yang dipakai penegak puteri warnanya juga coklat tua
7.       Sepatu dan kaos
Warna sepatu dan kaos kaki adalah hitam / coklat (seragam)
8.       Tali peluit
Tali peluit penegak dipasang pada lengan kiri
9.       Tanda pengenal
Tanda pengenal letaknya di lengan kanan
10.   Tanda pelantikan
Bentuk tanda pelantikan penegak adalah tunas kelapa berwarna kuning dengan dasar coklat. Tanda ini dipasang pada dada kiri
11.   Tanda sangga
Tanda sangga penegak dipasang di lengan kiri
12.   Pandu dunia
Untuk tanda pandu dunia dipasang di dada atau saku kanan
13.   Tanda pangkat
Pada kedua belah bahu disematkan tanda pangkat
12.     SANDI AMBALAN
Pada setiap upacara pembukaan latihan disertakan sandi ambalan. Berikut ini contoh sandi ambalan:
           Di dalam tubuh kita ada gumpalan darah
           Jika gumpalan darah kita bersih, maka bersihlah perbuatannya.
           Jika gumpalan darah tidak bersih atau kotor maka bruklah perbuatannya.
           Tegakkan kebenaran tanpa takabur
           Berkaryalah untruk bumi pertiwi
           Tegak berdiri menatap masa depan dengan gemilang
           Apa arti hidup senang jika berdiri di atas bangkai
           Kita berkumpul ditempat ini untuk bersatu, bersaudara, bekerja keras
           Tiada siksa paling kejam, kecuali manusia yag tak mau bersyukur atas rahmat Tuhan
           Jangan jatuhkan gelas-gelas retak, simpanlah dan cari perekatnya
           Kita berambalan, sebab kita adalah seorang patriotis
           Kita adalah bangsa pemersatu
           Jiwa paling utama adalah menolong yang lemah.

13.     RENUNGAN
Renungan adalah kotemplasi yang bersifat introspeksi yakni menyelidiki diri sendiri atau memahami diri sendiri. Berikut contoh sebuah renungan
           Tuhan adalah penguasa dan pencipta seisi alam ini. Apakah kita orang berkuasa atas manusia?
           Tuhan maha pemaaf, apakah kita enggan memaafkan orang yang pernah berbuat salah pada kita?
         Pada hakikatnya jiwa kita adalah suci. Apakah kita menjaga kesucian jiwa kita di masa mendatang?
           Apakah kita hidup sederhana, bersahaja, adanya?
    Kita dulu menjadi anak-anak, lalu remaja, pemuda sebentar lagi kita menjadi orang dewasa, kemudian orang tua. Betapa cepat perjalanan sang waktu yang akhirnya menjadi orang tua lanjut usia. Apakah selama perjalanan dengan sang waku, kita berbuat baik atau buruk sesama manusia?
           Apakah kita sudah sukses dalam hidup ini?
           Apakah kita selalu berusaha menjaga jasmani dalam kondisi sehat dan kuat?
           Apakah kita selalu taat kepada Tuhan, orang tua, guru, pemimpin?
           Apakah perilaku kita sudah sopan dengan orang lain?
           Benarkah orang yang selalu berkata jujur dapat dipegang janjinya atau dapat dipercaya?
           Apakah tindakan kita selama ini seorang pengecut, satria, munafik, pahlawan atau pecundang?
           Besok kita tahu apa yang terjadi pada diri kita sendiri


Arti Lambang Gerakan Pramuka

Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita –cita setiap anggota gerakan pramuka.
Lambang tersebut diciptakan oleh bapak soehardjo admodipura, seorang pembina pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.
Bentuk dan Arti Kiasan
Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :
1.Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
2.Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.

3.Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
4.Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

5.Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.

6.Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.