MUHAMMAD BADRUL HAQ

" WELCOME TO MY BLOG "

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Kebahagiaan adalah milik mereka yang memiliki impian dan berani mewujudkannya menjadi kenyataan"

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Gagal itu hal yang biasa, tapi kegagalan yang sesungguhnya adalah saat kita menyerah dan berhenti untuk mencoba"

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Percayalah hari ini akan lebih indah dari hari kemarin, jika kita mengawalinya dengan do'a dan senyuman"

MUHAMMAD BADRUL HAQ

"Bersyukur adalah cara terbaik agar merasa cukup, bahkan disaat kekurangan. Jangan pernah berharap lebih sebelum kita berusaha lebih"

Kamis, 16 Januari 2014

SEJARAH PRAMUKA DUNIA


Gerakan Kepanduan (bahasa Inggris: Scouting) adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisikmental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota kepanduan dari 217 negara dan teritori.
Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy’s Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan Brownsea, Inggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militermempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.
Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudulAids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.
Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.
Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy’s Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.
Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan olehArthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.
Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.
Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah Pusat Pelatihan Kepemimpinan bagi Orang Dewasa (Adult Leadership Training Center). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudulRovering to Success for Rover Scouts pada tahun 1922.
Tak lama setelah buku Scouting For Boys diterbitkan, Pramuka mulai dikenal di seluruh Inggris dan Irlandia. Gerakannya sendiri, secara perlahan tapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.
Unit kepanduan di luar wilayah kerajaan Inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di Gilbraltar pada tahun 1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya di Malta. Kanada ialah koloni Inggris pertama yang mendapat ijin dari kerajaan Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan, diikuti oleh AustraliaSelandia Baru, dan Afrika SelatanChili ialah negara pertama diluar Inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan. Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja di Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada 1910 Argentina, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura, Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.
Semenjak didirikan, Gerakan Pramuka yang memfokuskan program pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan, anggota bertambah dengan cepat. Kebutuhan program pun dengan sendirinya bertambah. Untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan para generasi muda pada saat itu, gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk melebarkan lingkup keanggotaan gerakan pramuka. Keempat prpogram tersebut meliputi : Pendidikan Generasi Muda usia dini, Usia Remaja, pendidikan kepanduan putri, dan pendidikan kepemimpinan bagi pembina.
Program untuk golongan siaga, unit Satuan Karya, dan Penegak/pandega mulai disusun pada akhir tahun 1910 di beberapa negara. Terkadang, kegiatan kegiatan tersebut hanya berawal di tingkat lokal/ ranting yang dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh kwartir nasional. Kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga di Amerika Serikat, yang program golongan siaganya telah dimulai sejak 1911 di tingkat ranting namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930.
Sejak awal didirikannya gerakan kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Untuk mengakomodasi minat tersebut, Agnes Baden Powell —adik dari bapak kepanduan sedunia, Robert Baden Powell,— pada tahun 1910 ditunjuk menjadi presiden organiasi kepanduan putri pertama di dunia. Agnes pada awalnya menamakan organisasi tersebut Rosebud, yang kemudian berganti menjadiBrownies (Girl Guide) pada 1914. Agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan digantikan oleh Olive Baden Powell, istri dari Lord Baden-Powell. Agnes tetap menjabat sebagai wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun. Pada waktu tersebut, kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan pria, hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut. Pada era 90-an, Banyak organisasi kepanduan di dunia yang saling bekerjasama antara unit putra dan putri untuk memberikan pendidikan kepanduan.
Program awal bagi pendidikan pembina diadakan di London pada tahun 1910, dan di Yorkshire pada tahun 1911. Namun, Baden Powell menginginkan pendidikan tersebut dapat dipraktekkan semaksimal mungkin. Hal tersebut berarti bahwa dalam setiap pendidikan diperlukan praktek lapangan semisal berkemah. Hal ini membimbing pembentukan kursus Woodbadge. Akibat Perang Dunia I, pendidikan woodbadge bagi para pembina tertunda hingga tahun 1919. Pada tahun tersebut, diadakan kursus woodbadge pertama di Gilwell Park. Pada saat ini, pendidikan bagi pembina telah beragam dan memiliki cakupan yang luas. Beberapa pendidikan yang cukup terkenal bagi pembina, seperti Pendidikan dasar, Pendidikan spesifik golongan, hingga kursus Woodbadge.


PENGERTIAN ABSTRAKSI & DAFTAR PUSTAKA

PENGERTIAN ABSTRAKSI
Abstraksi merupakan sebuah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang bersifat universal. proses ini berangkat dari pengetahuan mengenai obyek individual yang bersifat spasiotemporal (ruang dan waktu). Pikiran melepaskan sifat individual dari obyek dan membentuk konsep universal.
Beberapa Pengertian Khusus Abstaksi:
1.  Sesuatu yang dilihat tidak mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuaru yang tidak dialami secara langsung atau konkret.
2.    Hasil akhir dari proses abstraksi. Dengan proses itu kualitas, atau relasi atau ciri dari suatu keseluruhan dipisahkan sebagai ide dari keseluruhan itu.
3.  Dalam logika tradisional: proses menghasilkan konsep universal dari obyek partikular. Misalnya konsep "manusia" diangkat dari pria dan wanita yang merupakan obyek partikular.
4.    Aspek atau benruk kognisi yang secara mental menyendirikan ciri-ciri obyek itu dari yang lain. Baik proses maupun hasil dari penyendirian tersebut disebut abstraksi.

CARA MENYUSUN ABSTRAK :
1.      Penyusun hanya menyarikan tulisan, tidak memberikan komentar ataupun analisis terhadap isi karya.
2.      Berisi hal-hal pokok isi tulisan
3.      Berbentuk essay bukan pointers
4.      Menggunakan kalimat aktif
5.      Tidak menggunakan kata-kata yang bersifat sebagai pelengkap informasi
6.      Terdiri dari satu alinea
7.      Jarak ketik dua spasi
8.      Maksimum 250 kata (1,5 halaman kuarto)
9.      Untuk abstrak yang tidak melekat pada karya asli, terdiri dari :
·         Data bibliografis
·         Isi
·         Nama abstractor
10.  Abstrak skripsi/tesis/disertasi/lappen berisi:
·         Pokok permasalahan dan tujuan  penelitian
·         Metode penelitian
·         Hasil (temuan) penelitian
·         Kesimpulan penulis karya asli

CONTOH ABSTRAKSI :
Abstrak laporan penelitian/skripsi/tesis/disertasi
Tulis:
·         Nama penulis
·         Judul
·         Tahun dan jumlah halaman
·   Isi abstrak memuat pokok permasalahan, tujuan dan metode penelitian, hasil  penelitian, simpulan
·         Nama pengabstrak


PENGERTIAN DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka adalah semacam rujukan seorang penulis dalam menyusun karyanya. Daftar pustaka dapat kita temukan di makalah, laporan penelitian, skripsi maupun essay. Daftar pustaka penting perananya dalam sebuah karya tulis. Sebuah karya tulis besar yang tidak memiliki daftar pustaka bisa saja diragukan kebenarannya.

CARA PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
1.    Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
2.      Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka
3.      Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul
4.      Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7
5.      Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi
6.      Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi

CONTOH PENULISAN DAFTAR PUSTAKA :
- Buku ditulis satu Orang
Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR – Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom

- Buku ditulis dua Orang
Newman WH and E. Kirby Warren.1977. The Process of Management, Concept, Behaviour and Practice. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd.

- Buku ditulis lebih dari dua orang
Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco : WH. Freeman and Company

Sumber :

Senin, 23 Desember 2013

MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF

Menemukan ide pokok paragraf merupakan sutau kewajiban bagi pembaca ketika mencoba menambah wawasan pengetahuannya melalui bacaan. Keterampilan menemukan ide pokok bisa dilatih dan dikembangkan secara teratur dan berkesinambungan sehingga menangkap inti bacaan atau informasi yang diterimanya menjadi tepat, akurat, dan cermat.
Inti atau ide pokok paragraf merupakan gagasan yang secara struktural maknawi membawahkan gagasan yang lain. Oleh sebab itu, ide pokok paragraf merupakan suatu konsep yang mencakup suatu konsep gagasan lainya, yang terwujud dalam kalimat-kalimat penjelas atau pendukung gagasan pokok itu berantai-berkesinambungan guna membentuk kesatuan paragraf.

Menemukan inti atau ide pokok bisa disiasati dengan mengenal tipe paragraf,  bisa dilihat dari segi pola penalarannya, paragraf bisa berbentuk tipe deduktif dan induktif. deduktif merupakan cara berpikir yang dimulai dengan rumusan pernyataan umum. Biasanya ditempatkan di awal paragraf, sedangkan kalimat-kalimat berikutnya merupakan kalimat-kalimat penjelas. 

induktif merupakan pola berpikir dengan menggunakan peristiwa atau hal-hal khusus untuk menarik kesimpulan umum. Hal-hal atau peristiwa khusus yang dimaksud adalah peristiwa-peristiwa yang sejenis, seklasifikasi, paralel, dan digunakan sebagai data yang memperkuat gagasan untuk menarik kesimpulan.

Yang membuat pembaca bingung menentukan ide pokok adalah bila paragraf yang dibacanya bertipe naratif atau deskriptif. Ide pokok paragraf biasanya terjabarkan secara merata. Oleh sebab itu, pembaca harus pandai menemukan kata-kata kunci paragraf itu. Berdasarkan kata-kata kunci itulah kita dapat menentukan kalimat ide pokok.

Contoh Soal
(1) Isu ini seakan makin mencuat setelah pekan lalu Kanada, Haiti, Republik
Dominika, Selandia Baru, dan Australia menyatakan kewaspadaan terhadap
produk buatan China.
(2) Hal ini makin terasa mencuat lagi setelah mantan Dirjen Pengawas Makanan dan Obatan-obatan China Zheng Xaoyu dihukum mati Zheng yang menjabat pada instansi itu, periode 1998-2005 dianggap berperan besar.
(3) Di masa jabatannya, ia telah meloloskan banyak makanan dan obat-obatan palsu, serta berbahaya.
(4) Ia mendapatkan suap sekitar Rp 7,6 miliar atas perbuatannya yang membahayakan nyawa orang.
(5) "Hukuman bagi Zheng merupakan langkah penting untuk mengatasi
persoalan besar industri farmasi," kata Chen Zhonglin, profesor hukum di
sebuah universitas di Chengu.
(6) Berpikir dua kali kini warga China berpikir dua kali sebelum membeli produk.
(7) "Lihat warna benda ini," kata Ning Qiyun, saat membeli saus dengan warna merah yang terlalu mencolok di supermarket dan ”Saya kini ekstrawaspada”.

no.soal
1-3

1.    Ide pokok paragraf tersebut adalah ....
a.    mencuatnya makanan dan obatan-obatan China
b.    warga China berpikir dua kali mambeli produknya
c.    kewaspadaan terhadap produk buatan China
d.   cara meneliti makanan dan obatan-obatan China
e.    pengawasan makanan dan obatan-obatan China kunci, Ide pokok merupakan hal pokok yang diungkapkan dalam paragraf.
Ide pokok juga merupakan inti keseluruhan isi paragraf. Ide pokok terdapat
pada kalimat utama yang didukung oleh kalimat-kalimat penjelas. 
Jadi, pernyataan  c, benar karena ide pokok paragraf tersebut
terdapat di awal paragraf atau pada kalimat (1), yakni  kewaspadaan
terhadap produk buatan China.  Kewaspadaan tersebut didukung lagi oleh kalimat (6 dan 7),  yaitu kalimat (6) ”Berpikir dua kali kini warga China berpikir dua kali sebelum membeli produk”. Kalimat (7) "Lihat warna benda ini," kata Ning Qiyun, saat membeli saus dengan warna merah yang terlalu mencolok di supermarket dan, ”Saya kini ekstra waspada”. Sedangkan pernyataan A, B, D, dan E salah karena  bukan merupakan hal pokok yang diungkapkan dalam paragraf, tetapi  hanya pernyataan berupa kalimatkalimat penjelas yang mendukung ide pokok.

Contoh Menemukan Ide Pokok Peragraf Dalam Suatu Cerita 
Menanam Padi
      Keluarga Pak Wiryo adalah keluarga yang rukun. Mereka saling
membantu dalam bekerja. Hari ini keluarga Pak Wiryo pergi ke sawah.
Mereka akan menanam padi. Pak Wiryo dibantu Bu Wiryo dan kedua
anaknya, yaitu Lina dan Teguh.
      Pak Wiryo dan Bu Wiryo menyiapkan benih yang akan ditanam.
Mereka mencabuti benih yang telah disemaikan. Agar akarnya tidak putus
mereka mencabuti dengan hati-hati. Benih yang sudah dicabuti dibawa
Teguh ke petak sawah yang akan ditanami. Setiap petak mendapat
sejumlah tumpukan benih.
      Setelah selesai mencabuti benih, Pak Wiryo dan Bu Wiryo menanam
benih tersebut. Teguh juga tidak mau ketinggalan. Mereka menanam benih
dengan cekatan. Sambil berjalan mundur benih itu ditanamkan. Walaupun
cuaca agak panas, mereka tetap bersemangat menanam benih.
Sementara itu, Lina menyiapkan minuman dan makanan kecil di gubuk.

      Pukul 11.00 semua beristirahat di gubuk. Lina segera melayani bapak,
ibu, dan kakaknya. Mereka makan dengan lahap karena mereka terlihat
sangat letih. Lina juga ikut makan. Dalam sekejap, hidangan yang
disediakan Lina habis. Setelah selesai makan mereka beristirahat
sebentar, kemudian kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing. Pak
Wiryo, Bu Wiryo, dan Teguh kembali menanam benih padi sedangkan
Lina membersihkan peralatan makan.
      Pukul 13.30 mereka selesai menanam benih. Setelah berkemas dan
membersihkan diri, mereka segera pulang. Teguh dan Lina sangat senang
bisa membantu pekerjaan orang tuanya. Pak Wiryo dan Bu Wiryo pun
bangga terhadap anak-anaknya.
 Ide pokok paragraf adalah pikiran utama atau inti dari suatu paragraf. Pikiran utama bisa berupa kalimat dalam suatu paragraf.
Contoh:
Ide pokok paragraf pertama dalam bacaan yang berjudul “Menanam
Padi” adalah keluarga Pak Wiryo ingin menanam padi.
Kesimpulan:
   Saat kita akan menentukan ide pokok suatu paragraf dalam cerita atau artikel hal yang pertama kita lakukan ialah menentukan gagasan pokok atau kalimat utama pada tiap-tiap paragraf. Dari gagasn pokok tersebut kita dapat menentukan ide pokok paragraf atau pikiran utama dari tiap-tiap paragraf, dan dapat pula kita membuat ringkasan cerita dari gagasan pokok  tersebut.

Sumber : http://mbaisus.blogspot.com/2011/03/ide-pokok-paragraf.html